Selasa, 23 Mei 2017



Menelusuri  Labirianmu

Memutar- mutar jalan berliku
Seperti  menelusuri labirianmu
Ruang parkikr tempat segala berpikir
Berulang terlewat bersama dahaga itu
Adakah tujuan yang selalu membisu
Kita memburu mengular waktu
Sementara tanganmu yang keluar
Merenggang dari pinggang yang jemu
Kita ulang-alik mengunyah jalan yang sama
Mencumbui rindu agar haus tersapu lalu melaju
Tapi mengapa selalu ada de java
Cinta yang beku mencair  di pinggang waktu
Dan kau yang ku buru tak juga ketemu





Berdasarkan kutipan puisi “Menelusuri Labirianmu” di atas penyair  mengungkapkan pokok pikiranya untuk mencari dan ingin bertemu dengan kekasihnya.Beberapa pokok pikiran yang diungkapkan penyair yaitu gambaran umum yang di sampaikan penyair kepada pembaca agar pembaca jangan mudah mneyerah bila menhgadapi permasalahan. Makna yang disampaikan penulis pada puisi di atas adalah bagaimana penyair  mencari  seseorang yang begitu sulit dan tak akan pasti ketemu.Dalam puisi di atas penyair  menyampaikan bahwa inti dari totalitas makna dari puisi tersebut, pencarian yang tak kunjung berhasil. penyair menunjukan sikpanya terhadap pembaca atau penikmat puisi ciptaanya. penyair menentuan makna ini berdasarkan pada pokok-pokok pikiran, sikap penyair terhadap penikmat puisinya, pokok pikirran  yang di tampilkan oleh penyair  di atas adalah bahwa cukuplah menacari kalau memang itu belum pasti dari pada kita hanya membuang waktu tanpa ada kejelasan.






Sosiologi Sastra Dalam Cerpen Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah
Karya M. Shoim Anwar

Cerpen Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah adalah sebuah cerpen yang berisi sosiologi sastra. sosiologi sastra lebih mengarah pada karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatannya. Sosiologi dilatar belakangi oleh fakta bahwa keberadaan karya sastra tidak dapat lepas dari realitas sosial yang terjadi di suatu masyarakat.Menurut pendekatan sosiologi sastra, karya sastra dilihat hubungannya dengan kenyataan, sejauh mana karya sastra itu mencerminkan kenyataan. Kenyataan disini mengandung arti yang cukup luas, yakni segala sesuatu yang berada di luar karya sastra dan yang diacu oleh karya sastra.  Pada hakikatnya, fenomena sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, yang mencakup hubungan antara masyarakat maka, memandang karya sastra sebagai penggambaran dunia dan kehidupan manusia. kriteria utama yang ada didalam  karya sastra tersebut adalah menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam kajian sosiologi sastra cerpen “Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah” ini  mengggambarkan tentang kehidupan masyarakat.Di suatu desa ini masyarakat sedang  heboh membicarakan istri pak lurah yaitu tentang  adanya  tahi lalat di dada istri Pak Lurah. Itu kabar ini pun sangat   tersebar di kampung. Keberadaannya seperti wabah. Lembut tapi pasti.Tapi masyarakat di desa tersebut tidak mengatakan secara terbuka, ini hanya kabar dari mulut ke mulut saja Mungkin orang-orang masih sungkan untuk mengatakannya secara terbuka. Mereka menyampaikan kabar itu dengan suara pelan, mendekatkan mulut ke telinga pendengar, sementara yang lain memasang telinga lebih dekat ke mulut orang yang sedang berbicara.Pernyataan tersebut dapat di tunjukkan melalui kutipan cerpen berikut ini:
"Di luar sana juga ada omongan soal kedekatan istri Pak Lurah dengan bos proyek perumahan," aku membuka pembicaraan dengan istri. "Kedekatan yang gimana lagi?" istriku mendongak. "Bos proyek itu sering datang saat Pak Lurah tidak ada di rumah. Katanya juga pernah keluar bareng." 
Letak sebuah sosiologi sastra pada kutipan tersebut terletak pada ungkapan “Di luar sana juga ada omongan soal kedekatan istri Pak Lurah dengan bos proyek perumahan,” aku membuka pembicaraan dengan istri. Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa fenomena sosial itu mencakup hubungan antarmasyarakat dan bagaimana kehidupan masyarakat sehari-hari antara sesama, dan bagaimana menanggapi peristiwa-peristiwa yang terjadi  sehingga  bisa terjadi menyinggung perasaan orang lain.

Debu-debu itu sering dikeluhkan oleh anakku, Laela, setiap pulang sekolah. Entah mengapa Pak Lurah dan perangkatnya tak peduli dengan situasi itu. Pak Lurah justru tampak akrab dan sering keluar bareng dengan mobil pengembang perumahan itu”.



            Letak sebuah sosiologi sastra pada kutipan di atas  terletak pada ungkapan “Entah mengapa Pak Lurah dan perangkatnya tak peduli dengan situasi itu.”Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa sosialogi sastra memandang terhadap fakta kemanusiaan. Sosiologi sastra mencoba mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah ekonomi, agama, politik dan lain-lain yang ke semuanya itu merupakan struktur sosial kita untuk mendapatkan gambaran tentang cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan, tentang mekanisme sosialisasi proses pembudayaaan yang menempatkan anggota masyarakat di tempatnya masing-masing.
Dari pengamatan yang saya baca cerpen yang berjudul  Cerpen Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah  karya M. Shoim Anwar ini cukup bagus dalam merangkai kata-katanya sehingga pembaca ikut hanyut dalam suasana yang ada dalam cerpen tersebut.
Secara keseluruhan cerita  ini adalah cerita yang menarik dan penuh pesan moral hanya kurang menarik pada akhir ceritanya. Pada dasarnya
 karya  sastra  adalah bentuk dari kemampuan seseorang dalam mencipta dan mengapresiasikan rasa, cipta dan karyanya. Jadi sebenarnya cerita tersebut mau dibuat seperti kehendak pengarang, namun ada baiknya sastra pun memerhatikan pembacanya dan menekankan pesan dan amanat yang ingin disampaikan agar memberikan kesan yang mendalam dan memberikan manfaat pula bagi pembaca.




MENCARI JEJAK
Aku berjuang untuk mencari jejak masa depanku
Meskipun jauh dari kampung halamanku
Demi merubah hidup yang susah selama ini
Tinggal di rumah yang dibayar
Tidur di dalam kamar yang beralaskan tikar
Terkadang aku menangis karena menahan lapar
Ratapanku tidak pernah berakhir
Bagaikan membaca sehelai kertas sambil berlayar
Seakan semua itu mustahil untuk dikejar
Meskipun pahit yang aku rasakan
Semangatku tidak pernah patah
Meskipun badai topan yang datang menggoda
 untuk berhenti semangatku
Demi mengenang pengorbanan orang tuaku
Aku bisa mengalahkan semua itu
           




PELAJARA CINTA
Kau seperti guru yang memberi materi  penghiatan
Kau membuka hati dan membelah jantung
Dan mengisi rindu,dilema dan harapan yang tak berarti
Lalu menutup cehaya terang yang menyala di tengah kegelapan
Kau memberi harapan tak  beralasan
Membeku hati yang menari tertiup angin
Kau bagai gelap yang menyelinap dalam siang
Membuat aku terjatuh dalam jurang yang tak berujung
Kau mengajariku menjadi bintang yang paling terang
Lalu ditutup awan yang menghitam

Membuat cehayaku tak terlihat lagi

Senin, 22 Mei 2017

KRITIK CERPEN  “ SEPATU JINJIT ARIANTI” KARYA  M.SHOIM ANWAR
Dalam kehidupan kita ini  khususnya dalam hal percintaan kita pasti rela berkorban demi  berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.ketika kenyataan mengharuskan kita untuk  memilih  seseorang yang kita sayangi maka kita pasti mengejar untuk mendapatkannya.Di dalam cerpen berjudul sepatu jinjit Arianti, menceritakan tentang seorang  pria tua dan seorang gadis yang sangat  cantik yang bernama Arianti. Pada suatu hari mereka menginap di salah satu hotel di kota Johor,Pria tua ini sangat mencintai Arianti. Dalam perjalannya yang telah berlabuh ke berbagai tempat, namun ia hanya dapat melabuhkan hatinya pada seorang gadis yang bernama Arianti.sebuah hubungan yang rumit tentang pasangan yang saling mencintai,namun pada akhirnya hubungan tersebut harus berakhir, karena mereka terpaksa terpisah karena suatu keadaan. Di sini  jelas sekali bahwa penulis ingin menggambarkan sebuah masalah yang mungkin sering ada dalam kehidupan kita  sehari- hari. Pada akhirnya mereka saling berpisah, sebuah pilihan tersebut menyisakan kenangan yang tidak bisa dilupakan.ketika kenangan-kenangan tersebut terbuka kembali, ada perasaan ingin memiliki, padahal status hubungan keduanya  sudah tidak jelas .
 Dari pengamatan yang saya baca cerpen yang berjudul Sepatu jinjit Arianti  karya M. Shoim Anwar ini cukup bagus dalam merangkai kata-katanya sehingga pembaca ikut hanyut dalam suasana romantis dan kesedihan yang dirasakan tokoh dalam cerpen tersebut.
Secara keseluruhan cerita  ini adalah cerita yang menarik dan penuh pesan moral hanya kurang menarik pada akhir ceritanya. Pada dasarnya karya sastra adalah bentuk dari kemampuan seseorang dalam mencipta dan mengapresiasikan rasa, cipta dan karyanya. Jadi sebenarnya scerita tersebut mau dibuat seperti kehendak pengarang, namun ada baiknya sastra pun memerhatikan pembacanya dan menekankan pesan dan amanat yang ingin disampaikan agar memberikan kesan yang mendalam dan memberikan manfaat pula bagi pembacanya. Latar belakang sejarah juga disampaikan dengan baik oleh penulis.


Cerpen dengan judul “Sepatu Jinjit Aryanti karya M.Shoim Anwar menceritakan perjalanan tokoh “Aku” ke Johor yang merupakan negara bagian di Malaysia yang perbatasan dengan singapura.Cerita ini di awali dengan tokoh Aryanti yang terlibat dalam skandal pembunuhan berencana yang sedang bersembunyi dengan tokoh “aku”.Tokoh “aku” hadir sebagai teman sekaligus penghibur dengan candaan  yang mampu mengurangi sedikit beban yang sedang di alami Ariyanti.Dengan gaya pendekatan yang luwes dan sedikit gombal sepertinya Ariyanti jatuh di pelukan di tokoh “aku”. Pada akhirnya mereka di panggil oleh kedua laki-laki dan membawa mereka tanpa tau arah dan tujuan.
Ketika manusia selalu di selimuti dengan  problema-problema kehidupan yang kompleks, maka kehidupan itu sendiri terasa indah karena selalu di bumbui dengan drama-drama indah yang tak tertuga.Cerpen dengan judul “Sepatu Jinjit Aryanti” karya M.Shoim Anwar merupakan cerpen yang menguraikan realita kehidupan dan tentu merupakan cerminan kecil kompleksitas kehidupan yang di alami manusia saat ini.Tokoh “AKU” dalam cerpen ini telah berhasil menjadi superhero di balik ketidakberdayaan Aryanti.Tokoh “AKU” begitu sentral dan menjadi pembeda di balik drama kecil yang di alami Aryanti.
Shoim Anwar mencoba memancing pembaca dan ikut terlibat dalam skenario yang ia sutradarai.Kulewasan dalam merangkai kata-kata mencerminkan sosok cerpenis berbakat karena mampu membawa kita ke dalam suasana romantis dan  ada keinginan  untuk terlibat lansung di dalamnya.Walau di bumbui dengan candaan yang menjurus ke hal yang bersifat purnografi, akan tetapi tidak mengurangi respect kami akan karya Dosen yang humoris ini. Justru dengan hal-hal seperti itu akan menjadi ciri khas seorang pengarang.Cerpen Sepatu Jinjit Aryanti seakan membuka pikiran kita bahwasanya inilah cermin kecil kehidupan kaum hawa saat ini, kehidupan yang tidak terlepas dari besarnya kekuasaan dan jabatan dan perempuanlah yang menjadi alat mereka untuk menyelesaikan misi yang terselebung.Tidak sedikit perempuan terlibat dalam kasus-kasus pembunuhan, narkoba, perdagangan manusia dan itu merupakan dampak dari pergeseran pandangan emansipasi.
Cerpen Sepatu Jinjit Aryanti karya M.Shoim Anwar telah menawarkan nuansa berbeda dengan  cerpen-cerpen yang dia hasilkan sebelumnya.Nuansa politik, lingkungan hidup, percintaan, dan sedikit purnografi telah menjadi bumbu manis dalam cerpen tersebut.Ketika kita  telah terbawa dalam suasana emosional yang sama, ada rasa penasaran untuk menikmati cerita selanjutanya.Namun, Shoim Anwar sepertinya sudah membaca alur pikiran kita, sehingga  cerita dari Cerpen Sepatu Jinjit Aryanti sepertinya tutup di tengah jalan dan justru akhir  dari cerita  tersebut tidak ada.Point ini mungkin menjadi bahan pertimbangan sekaligus masukan  dari kami agar dalam karya berikutnya lebih mengutamakan kepuasaan pembaca dan tentunya tanpa  mengesampingkan kharakteristik penulisan cerpen itu sendiri seperti pepatah yang ada dalam kutipan cerpen tersebut ’’Bila waktu tak mampu beri perjumpaan, biarlah kita diam dalam suka, diam dalam rindu. Itu sudah cukup bagiku. Maka pepatah kami adalah”Bila waktu tak mampu memberi kami akhir dari cerita, jangan buatkan kami duka tapi buatlah kami suka karena suka membuat kami tak lupa dengan apa yang anda buat...Selamat berkarya Pak Shoim Anwar.








Nama : Marsiana Priska
NIM : 135200075


NASIB ANAK KOS

Menjadi mahasiswa rantau adalah suatu tantangan besar bagiku. Diterima kuliah di suatu universitas di luar pulau  jauh dari rumah membuat seseorang mau tak mau harus menerima status barunya sebagai mahasiswa rantau. Tentu saja menjadi mahasiswa rantau bukanlah hal biasa yang mudah untuk dijalani. Bayangkan saja aku harus beradaptasi mulai dari nol untuk bisa bertahan hidup di lingkungan yang baru, lingkungan perantau. Semua harus saya mulai dari awal, untuk belajar kebudayaan baru, kebiasaan baru, teman-teman baru, dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Itulah yang membuat mahasiswa rantau unik, karena kami memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan perantau.Saya  membutuhkan persiapan yang lebih banyak untuk memulai masa kuliahku.
Ada banyak persiapan yang harus mulai dipikirkan segera setelah menerima pernyataan bahwa aku diterima di suatu universitas  yaitu PGRI ADI BUANA  SURABAYA . Hal utama yang harus dipikirkan adalah dimana aku akan tinggal nanti, di tempat seperti apa saya  akan tidur dan  di kamar yang seberapa luas aku  akan menjalani hari-hariku. kamar kos atau rumah kontrakan, ini adalah dua pilihan yang bisa menjadi tempat tinggalku kelak saat aku  menjadi mahasiswa rantau. Ada kelebihan dan ada kekurangan dari masing-masing tempat tinggal ini. Kalau aku memilih kos, maka aku bisa memiliki kamar pribadi yang hanya ditempati oleh diriku sendiri.Beda lagi  kalau aku memilih mengontrak rumah dengan teman-temanku yang asalnya sama denganku. aku bisa mengontrak satu rumah untuk beberapa orang. aku bisa berbagi kamar dengan mereka dan tidak akan merasa kesepian. Tapi aku akan menemukan banyak konflik di sini.Tinggal serumah dengan orang lain meskipun itu teman sendiri tetap memungkinkan aku  untuk memiliki konflik dengan mereka. Bisa jadi karena kebiasaan yang saling bertentangan satu sama lain. Bisa juga karena sikap yang kurang menyenangkan kalau sama-sama sedang dalam keadaan bad mood. Kalau sudah begini bisa-bisa persahabatan dengan mereka malah akan retak, jadi aku serba bingung. Setelah banyak masukan dari kakak-kakak tingkat akhirnya akupun memilih untuk tinggal di kos. 





Selesai memilih tempat tinggal, akupun harus mulai memikirkan apa saja yang akan dibawa untuk memenuhi kamarku. Selain itu aku juga akan membutuhkan biaya yang jauh lebih banyak. Tentu saja, karena aku harus membawa perlengkapan untuk hidup sehari-hari. Aku juga membutuhkan mental yang sangat kuat. Aku akan menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda dari hidupku sebelumnya di rumah. aku akan menjalani dua tekanan yang sama-sama beratnya yaitu tekanan perkuliahan di kampus mulai dari masalah pergaulan, dosen, mata kuliah, tugas-tugas dan masih banyak lagi.tekanan yang datang dari tuntutan untuk menjalani kehidupan dengan mandiri di tempat yang baru. Menjadi mahasiswa rantau berarti aku harus tinggal jauh dari keluarga. Tidak melihat wajah ayah dan ibu juga adik atau kakak setiap hari. Masalah keuangan seringkali menjadi masalah langganan bagii sebagai anak kos. Namanya juga sedang merantau, tentu saja tidak bebas minta uang kepada orang tua.Aku  harus menunggu transferan dari orang tua. Biasanya orang tua akan memberikan jatah bulanan yang dikirim satu bulan sekali pada tanggal tertentu. Seperti inilah yang membuat aku harus pandai mengatur pengeluaran  karena kalau tidak bisa jadi uang bulanan akan habis sebelum jatah uang bulan berikutnya dikirim.Banyak orang mengatakan bahwa Mahasiswa biasa dikenal sebagai kaum miskin uang yang tugasnya berhemat setiap hari, apalagi mahasiswa rantau. Kalau ingin tahu caranya berhemat ya tanyakan saja pada saya. Benar saja mahasiswa rantau bisa menjadi ahlinya melakukan penghematan uang.
Pagi yang sangat cerah aku duduk termenung di kamar kosku,karena hari itu aku pertama kali tinggal di kos.Aku sangat sedih karena aku tinggal di tempat yang sangat asing, teman yang baru dan aku pun harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Malam harinya aku dengar ada yang ketok pintu kamarku,ternyata itu adalah bapa kosku, hanya untuk mengingat aku peraturan yang ada di kosnya.Bebrapa menit kemudian aku dengar ada lagi yang ketok pintu kamarku...tok...tok...tok...
“ permisi mbak....suara itu sangat asing bagiku,akupun bangun dari tempat tidurku dan membuka pintu dan ternyata itu adalah Dinda,dia juga anak baru di kos itu.Dia mengajak aku duduk di ruang tamu dan kami menceritakan tentang asal kami masing-masing dari situ kamipun menjadi sahabat. Sejak itu juga akupun mulai betah tinggal di kos itu karena aku sudah menemukan teman baruku.Meskipun kami beda jurusan, kami tetap berangkat bersama pergi ke kampus.Tidak lama kemudian  kami pun sudah satu tahun di kos itu.Saat saya tidak mempunyai uang kertas sama sekali, Saat itu tanggal 27 oktober 2014 dan ini pun tanggal tua,  dompet saya benar benar kosong, tiba-tiba Dinda datang ke kamarku....


“ mbak aku udah bosan di kos terus,kita tidak pernah keluar selama ini”
“ ohw... kamu mau jalan-jalan kemana,”sahutku dengan santai.
“aku sih mau ke mall, mau beli baju....akupun jawabnya dengan polos “ iya kita berangkat sekarang”
Kamipun berangkat, selama dalam perjalanan pikiranku tidak tenang karena aku tidak membawa uang sama sekali. Tiba di mall,Dinda mulai memilih baju dan dia belanja sangat banyak dan dia pun tidak sadar dia mengeluarkan uang sebanyak satu juta  dan aku hanya benar – banar untuk teman dia pergi untuk bersenang- senang, saya tidak mengeluar uang serupiahpun.
 Saya berupaya mencari cara untuk bisa makan dan akhirnya saya memutuskun untuk mengumpulkan recehan berupa pecahan 500 dan 100 perak yang banyak berserakan di kamar kost saya. Puji Tuhan totalnya Rp. 25.000. Ketika saya sudah sangat bersyukur masalah lain muncul bagaimana uang untuk print tugas, uang untuk kumpul dan  bagaimana saya bisa makan dengan 25.000 dalam waktu 3 hari? sedangkan harga nasi sekitar kampus sangat mahal. Makan di warteg hanya bisa 3 kali. Akhirnya saya memutuskan membaginya menjadi 3 bagian, masing masing 8000. Saya memustuskan untuk membeli gorengan dekat kamar kostku dengan recehan berjumlah Rp.8000 saya makan gorengan 3 kali sehari, 4 biji untuk sarapan, 4 biji untuk makan siang dan 4 biji untuk makan malam, beruntunglah saya punya teman kost yang baik , yang mau berbagi air minum. Demikianlah selama 3 hari saya hidup hanya dengan makan gorengan dan minum air putih ada lagi Pengalaman hidup hemat yang paling saya kenang sebagai mahasiswa adalah saat saya hanya memiliki uang Rp10.000, dan dalam seminggu saya hanya makan Nasi dengan tempe goreng saja. Bosen nggak bosen, sehat atau tidaknya yang penting perut kenyang. Selain itu, saat kuliah saya hanya membawa bekal air minum agar tidak kehausan. Alasan saat diajak teman pergi ke kantin adalah saya lagi ada urusan dan tidak bisa di tinggalkan. Beginilah nasibku sebagai anak kos, suka dan dukanya selama saya tinggal di kos yang sudah pernah merasakan, dan ini semua awal dari kesuksesan.Setiap pengalaman pasti ada suka dan duka. Begitu juga dengan pengalamanku  ketika menjadi mahasiswa rantau. Ada banyak duka yang harus aku hadapi di tempat perantauan tapi ada juga suka yang bisa aku  petik dari tempat perantauan dan aku  jadikan bekal di kehidupanku  yang akan datang. Yang paling penting dari menjadi mahasiswa rantau adalah selalu ingat pada keluarga di rumah. Ingat bahwa  merantau demi mereka, maka semua kesedihan dan kesulitan di tempat perantauan akan bisa  selesaikan dengan mudah.



ESAI CERPEN YANG BERJUDUL “ RENDEMEN” Karya Shoim Anwar Cerpen yang berjudul “Rendemen” menceritakan bagaimana suasana kehidupan di masya...