Sosiologi Sastra Dalam Cerpen “Tahi
Lalat di Dada Istri Pak Lurah”
Karya M. Shoim Anwar
Cerpen “Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah” adalah sebuah
cerpen yang berisi sosiologi sastra. sosiologi sastra lebih mengarah
pada karya sastra
dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatannya. Sosiologi
dilatar belakangi oleh fakta bahwa keberadaan karya sastra tidak dapat lepas
dari realitas sosial yang terjadi di suatu masyarakat.Menurut pendekatan sosiologi sastra,
karya sastra dilihat hubungannya dengan kenyataan, sejauh mana karya sastra itu
mencerminkan kenyataan. Kenyataan disini mengandung arti yang cukup luas, yakni
segala sesuatu yang berada di luar karya sastra dan yang diacu oleh karya sastra. Pada hakikatnya, fenomena sosial itu
bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, yang mencakup hubungan antara masyarakat maka,
memandang karya sastra sebagai penggambaran dunia dan kehidupan manusia.
kriteria utama yang ada didalam karya sastra tersebut adalah
menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam kajian
sosiologi sastra cerpen “Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah”
ini mengggambarkan
tentang kehidupan masyarakat.Di suatu desa ini masyarakat sedang heboh
membicarakan istri pak lurah yaitu
tentang adanya tahi lalat di dada istri Pak Lurah.
Itu kabar ini pun sangat tersebar di kampung. Keberadaannya seperti
wabah. Lembut tapi pasti.Tapi masyarakat di desa tersebut tidak
mengatakan secara terbuka, ini hanya kabar dari mulut ke mulut saja Mungkin orang-orang masih sungkan
untuk mengatakannya secara terbuka. Mereka menyampaikan kabar itu dengan suara
pelan, mendekatkan mulut ke telinga pendengar, sementara yang lain memasang
telinga lebih dekat ke mulut orang yang sedang berbicara.Pernyataan
tersebut dapat di tunjukkan melalui kutipan cerpen berikut ini:
"Di luar sana juga ada omongan
soal kedekatan istri Pak Lurah dengan bos proyek perumahan," aku membuka
pembicaraan dengan istri. "Kedekatan yang gimana lagi?" istriku mendongak.
"Bos proyek itu sering datang saat Pak Lurah tidak ada di rumah. Katanya
juga pernah keluar bareng."
Letak sebuah sosiologi sastra pada
kutipan tersebut terletak pada ungkapan
“Di luar
sana juga ada omongan soal kedekatan istri Pak Lurah dengan bos proyek
perumahan,” aku membuka pembicaraan dengan istri. Dari kutipan tersebut dapat
disimpulkan bahwa fenomena sosial itu mencakup hubungan
antarmasyarakat dan bagaimana kehidupan masyarakat
sehari-hari antara sesama, dan bagaimana menanggapi peristiwa-peristiwa yang
terjadi sehingga bisa terjadi
menyinggung perasaan orang lain.
“Debu-debu itu sering dikeluhkan oleh
anakku, Laela, setiap pulang sekolah. Entah mengapa Pak Lurah dan perangkatnya
tak peduli dengan situasi itu. Pak Lurah justru tampak akrab dan sering keluar
bareng dengan mobil pengembang perumahan itu”.
Letak
sebuah sosiologi sastra pada kutipan di
atas terletak pada ungkapan “Entah mengapa Pak Lurah dan
perangkatnya tak peduli dengan situasi itu.”Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan
bahwa sosialogi sastra memandang terhadap fakta kemanusiaan. Sosiologi sastra
mencoba mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah ekonomi, agama,
politik dan lain-lain yang ke semuanya itu merupakan struktur sosial kita untuk
mendapatkan gambaran tentang cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan
lingkungan, tentang mekanisme sosialisasi proses pembudayaaan yang menempatkan
anggota masyarakat di tempatnya masing-masing.
Dari pengamatan yang saya baca
cerpen yang berjudul Cerpen “Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah karya M. Shoim Anwar ini cukup
bagus dalam merangkai kata-katanya sehingga pembaca ikut hanyut dalam suasana yang ada dalam
cerpen tersebut.
Secara keseluruhan cerita ini adalah cerita yang menarik dan penuh pesan moral hanya kurang menarik pada akhir ceritanya. Pada dasarnya karya sastra adalah bentuk dari kemampuan seseorang dalam mencipta dan mengapresiasikan rasa, cipta dan karyanya. Jadi sebenarnya cerita tersebut mau dibuat seperti kehendak pengarang, namun ada baiknya sastra pun memerhatikan pembacanya dan menekankan pesan dan amanat yang ingin disampaikan agar memberikan kesan yang mendalam dan memberikan manfaat pula bagi pembaca.
Secara keseluruhan cerita ini adalah cerita yang menarik dan penuh pesan moral hanya kurang menarik pada akhir ceritanya. Pada dasarnya karya sastra adalah bentuk dari kemampuan seseorang dalam mencipta dan mengapresiasikan rasa, cipta dan karyanya. Jadi sebenarnya cerita tersebut mau dibuat seperti kehendak pengarang, namun ada baiknya sastra pun memerhatikan pembacanya dan menekankan pesan dan amanat yang ingin disampaikan agar memberikan kesan yang mendalam dan memberikan manfaat pula bagi pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar